Kepala Dinas PERKIM Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi Hadiri Peletakan Batu Pertama Hunian Pascabencana di Palabuhanratu

 
Sabtu, 04 Apr 2026  21:05

garudasaktinews.com - Sukabumi, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan hunian pascabencana bagi warga terdampak pergerakan tanah di wilayah Palabuhanratu. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di kawasan Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (1/4/2026).

Momentum ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Pembangunan hunian tersebut juga mencerminkan perjuangan panjang pemerintah daerah dalam memastikan warga memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan bermartabat.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan bahwa pembangunan Kampung Mubarakah merupakan bukti hadirnya pemerintah di tengah kesulitan masyarakat.

“Kampung Mubarakah ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat penanggulangan bencana dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat. Ini bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa nama “Mubarakah” mengandung harapan besar agar kawasan tersebut menjadi tempat yang penuh keberkahan, ketenangan, serta semangat baru bagi para penyintas.

“Kami ingin kampung ini bukan hanya deretan bangunan, tetapi lingkungan yang membawa kedamaian dan harapan bagi masa depan warga,” ujarnya.

Bupati turut mengajak seluruh pihak, mulai dari perusahaan daerah, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan pembangunan hunian tersebut.

“Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Pemerintah sudah mengawal sejak awal, dan saya pastikan kualitas bangunan harus sesuai standar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa pembangunan hunian dilakukan di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 34.400 meter persegi. Setiap unit rumah dirancang tahan gempa dengan mengadopsi arsitektur Sunda serta memanfaatkan material ramah lingkungan seperti bambu dan kayu, dengan luas bangunan antara 36 hingga 60 meter persegi dan nilai sekitar Rp35 juta per unit.

Ia menambahkan, pembangunan Kampung Mubarakah akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu Tahap I (April–Juni) sebanyak 20 unit, Tahap II (Juli–September) 30 unit, dan Tahap III (Oktober–Desember) sebanyak 38 unit. Secara keseluruhan, sebanyak 86 unit hunian ditargetkan dapat dibangun pada tahun ini.

Berita Terkait