Rakyat Gelisah, Proyek Normalisasi Sungai SPD–SDU Diduga Gagal Total: Wisnu Ingkar Janji, Tanggul Jebol Dibiarkan, Banjir Masuk Rumah Warga

Foto: Desa Telang karya Banyuasin
Kamis, 25 Des 2025  15:52

Banyuasin,AliansiNews.id

Kegelisahan masyarakat Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, kian memuncak menyusul dugaan kegagalan proyek normalisasi Sungai SPD dan SDU yang disebut-sebut sebagai program pemerintah pusat. Proyek yang diharapkan mampu mengatasi banjir justru dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai standar teknis, terbukti dengan banyaknya tanggul jebol dan banjir yang kini merendam jalan desa hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Pemuda Desa Telang Karya sebelumnya telah melakukan konfirmasi langsung kepada pemerintah desa terkait tanggul-tanggul yang jebol. Saat itu, pemilik proyek bernama Wisnu disebut berjanji akan melakukan perbaikan menggunakan alat berat. Namun janji tersebut diduga ingkar. Fakta di lapangan menunjukkan alat berat justru ditarik dari lokasi proyek.

Lebih ironis lagi, Wisnu diduga menghubungi mekanik alat berat dan memerintahkan agar alat dipulangkan. Ia juga menghubungi perangkat desa dengan pernyataan yang dinilai tidak masuk akal, yakni menyuruh pihak desa mencari tenaga kerja manual untuk memperbaiki tiga titik tanggul jebol, dengan upah hanya sekitar Rp2 juta.
“Ini sungguh tidak masuk akal. Tanggul sungai yang jebol di wilayah rawan banjir justru disuruh dikerjakan manual. Seharusnya pakai alat berat, bukan tenaga seadanya,” tegas warga.

Akibat tidak adanya perbaikan serius, banjir kini semakin parah. Air meluap dari sungai, menggenangi jalan desa, merusak infrastruktur, bahkan masuk ke rumah-rumah warga. Masyarakat juga menyoroti bahwa hampir seluruh tanggul hasil proyek normalisasi memiliki ketinggian yang rendah dan tidak sesuai kondisi debit air Sungai SPD dan SDU.
Padahal, secara konsep, normalisasi sungai mencakup pembersihan, pendalaman, serta peninggian dan penguatan tanggul. Namun di Muara Telang, tinggi tanggul justru kalah dari permukaan air, sehingga jebol menjadi hal yang tak terhindarkan.

Keluhan ini tidak hanya datang dari satu desa. Seluruh kepala desa di Kecamatan Muara Telang disebut mengeluhkan proyek normalisasi Sungai SPD dan SDU yang dinilai dikerjakan tanpa perhitungan matang dan pengawasan ketat.
Masyarakat mempertanyakan, apakah ini benar proyek pemerintah Negara Republik Indonesia yang diklaim bersumber dari kebijakan nasional. Jika benar demikian, mengapa pelaksanaannya justru menambah penderitaan rakyat?
Atas kondisi tersebut, masyarakat Muara Telang secara terbuka mendesak:
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto
Kementerian PUPR
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII
Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru
Bupati Banyuasin, H. Askolani
Dinas PUPR Provinsi dan Kabupaten Banyuasin
agar segera turun langsung ke lapangan

melihat kondisi riil proyek, bukan hanya menerima laporan administratif.
Masyarakat juga meminta agar Wisnu selaku pihak pemilik/pelaksana proyek segera diaudit, bersama seluruh pihak terkait, serta dimintai pertanggungjawaban atas tanggul yang jebol dan banjir yang kini meluas.
“Muara Telang ini wilayah rawan banjir. Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami menolak pembangunan yang asal-asalan. Proyek normalisasi seharusnya menyelamatkan rakyat, bukan membuat rakyat semakin menjerit,” pungkas warga.

Berita Terkait