Pencatutan Nama Ketua PWI Sumsel Marak Jelang Ramadan, BPAN-LAI Minta Aparat Bertindak
Palembang, AliansiNews.id.
Praktik pencatutan nama pejabat publik maupun pimpinan organisasi kembali marak terjadi pada awal tahun 2026. Modus lama yang kini memanfaatkan teknologi digital tersebut kerap digunakan pelaku untuk menipu masyarakat dengan mengatasnamakan tokoh tertentu.
Fenomena ini bahkan disebut meningkat menjelang bulan suci Ramadan. Pelaku biasanya menghubungi calon korban melalui pesan singkat, telepon, maupun media sosial dengan mengaku sebagai pejabat atau pimpinan organisasi, kemudian meminta sejumlah uang dengan berbagai dalih, seperti bantuan kegiatan sosial, donasi, hingga kepentingan organisasi.
Praktik pencatutan identitas tersebut masuk dalam ranah tindak pidana dan dapat diproses secara hukum. Karena itu, sejumlah pihak mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan segera melapor kepada aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi penipuan serupa.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan, Kurnaidi, mengecam keras dugaan tindakan seorang oknum bernama Rusdedy yang mengaku sebagai wartawan sekaligus mengklaim dirinya sebagai Ketua PWI Sumsel.
Kurnaidi menegaskan bahwa pengakuan tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar yang sah dalam struktur organisasi PWI. Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi merusak nama baik organisasi serta menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat maupun insan pers.
“Kami mengutuk keras tindakan oknum yang mengaku sebagai Ketua PWI Sumsel. Hal itu tidak benar dan sangat mencederai marwah organisasi,” tegas Kurnaidi kepada sejumlah media, Senin (9/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Selatan yang sah hingga saat ini tetap berada di bawah kepemimpinannya. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan PWI tanpa kejelasan identitas dan legalitas yang jelas.
Selain itu, Kurnaidi juga mengimbau masyarakat, instansi pemerintah, maupun pihak swasta untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu apabila menerima permintaan bantuan atau komunikasi yang mengatasnamakan pengurus PWI Sumsel.