Bara Merdeka Sumsel Laporkan Dugaan Korupsi Revitalisasi Sekolah di Muara Enim ke Kejati
Palembang, AliansiNews.id.
Barisan Rakyat (Bara) Merdeka Provinsi Sumatera Selatan secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025. Laporan tersebut disampaikan ke Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan di Jalan Gubernur H Bastari, 15 Ulu, Jakabaring, Kota Palembang, pada Kamis (5/3/2026).
Dio Pratama dari Tim Investigasi Bara Merdeka Sumsel mengatakan, laporan ini merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya yang menyoroti dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana revitalisasi sekolah.
Menurut Dio, proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan revitalisasi SMP Negeri 3 Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, yang menggunakan anggaran sebesar Rp1.020.700.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Proyek yang seharusnya dikelola secara swakelola itu diduga hanya melibatkan pihak-pihak tertentu atau kroni. Prosesnya dinilai tidak transparan, berpotensi terjadi pembengkakan anggaran, serta tidak tepat sasaran,” ujar Dio Pratama. Kamis (5/3/2026)
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim investigasi Bara Merdeka Sumsel, ditemukan sejumlah indikasi penyimpangan. Di antaranya ketidaksesuaian volume pekerjaan dengan kondisi di lapangan, penggunaan material yang diduga berada di bawah standar teknis, hingga adanya potensi mark-up harga dalam pengadaan material.
Atas temuan tersebut, Bara Merdeka Sumsel menyampaikan tiga tuntutan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, yaitu:
1. Segera melakukan penyelidikan mendalam serta mengambil langkah hukum tegas, termasuk memeriksa dan menahan pihak-pihak yang bertanggung jawab, seperti Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim dan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tanjung Agung sebagai pengambil keputusan.
2. Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh alur anggaran proyek, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.