Sektor Kelautan Jadi Tumpuan Strategis, Dinas Perikanan Sukabumi Dorong Laporan Kinerja Berbasis Data Riil

 
Selasa, 17 Mar 2026  09:20

aliansinews.id - Sukabumi, Sektor kelautan dan perikanan kembali menempati posisi strategis dalam arah pembangunan nasional yang dijalankan di Kabupaten Sukabumi. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Laporan Kinerja Kepala Daerah terkait Program Strategis Nasional (PSN) 2025 yang digelar di Pendopo Sukabumi, Kamis (5/3/2026).

Dalam forum tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi pelaksana program, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam memastikan keberhasilan target nasional di tingkat daerah. Fokus utama yang diangkat bukan hanya pada capaian angka, melainkan pada kualitas pelaporan yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menekankan pentingnya sinkronisasi antara data administratif dan fakta empiris di lapangan. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak cukup diukur dari laporan tertulis, tetapi harus mampu menunjukkan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.

“Kami tidak ingin laporan kinerja ini berhenti sebagai dokumen formal. Setiap program harus memiliki indikator yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang disajikan harus valid, aktual, dan benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Lebih jauh, Sri Padmoko mengungkapkan bahwa sektor perikanan memiliki peran ganda yang sangat penting. Di satu sisi, sektor ini menjadi penopang ketahanan pangan nasional melalui penyediaan sumber protein yang berkelanjutan. Di sisi lain, perikanan juga menjadi instrumen efektif dalam mengurangi angka kemiskinan, khususnya di wilayah pesisir yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Dalam paparannya, ia juga menyoroti perlunya penguatan hilirisasi produk perikanan. Menurutnya, peningkatan produksi harus diimbangi dengan pengolahan yang optimal agar nilai tambah produk dapat dinikmati oleh masyarakat lokal. Dengan demikian, rantai ekonomi tidak berhenti pada produksi primer, tetapi berkembang hingga sektor pengolahan dan pemasaran.

“Potensi perikanan Sukabumi sangat besar. Namun, tanpa hilirisasi yang kuat, nilai ekonominya tidak akan maksimal. Karena itu, kami mendorong kolaborasi lintas sektor, baik dengan perangkat daerah lain, pelaku usaha, maupun stakeholder terkait,” jelasnya.

Tak hanya aspek ekonomi, Dinas Perikanan juga menaruh perhatian serius pada keberlanjutan lingkungan. Sri Padmoko menegaskan bahwa peningkatan produksi tidak boleh mengorbankan ekosistem laut dan pesisir. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan upaya konservasi.

“Pembangunan perikanan harus dilakukan secara proporsional. Kita tidak bisa hanya mengejar target produksi tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan. Pengawasan harus diperketat, dan perencanaan harus berbasis kajian yang matang agar keberlanjutan tetap terjaga,” tegasnya.

Rakor tersebut juga menjadi ajang evaluasi bersama bagi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kehadiran para Asisten Daerah dan kepala perangkat daerah lainnya menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bahwa setiap program strategis nasional yang dijalankan di daerah dapat dilaporkan secara akurat, transparan, dan tepat waktu.

Berita Terkait