DPW Partai ummat Sumsel hadiri Munas Nasional di jogjakarta, tegaskan gerakan total menang pemilu 2029
YOGYAKARTA, Aliansinews"
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Ummat Sumatera Selatan menunjukkan komitmen politiknya dengan menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Partai Ummat yang berlangsung pada 2–3 Mei 2026 di Hotel Rich, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua DPW Partai Ummat Sumsel, Adv. Idasril Firdaus Tanjung, SE., SH., MM., MH, bersama Sekretaris DPW, H. M. Iman Arifin Pratama, SH., MH, hadir langsung sebagai bagian dari konsolidasi nasional dalam memperkuat barisan menuju Pemilu 2029.
Munas yang mengangkat tema “Silaturahim Akbar, Milad ke-5, dan Konsolidasi Menuju Kemenangan Pemilu 2029” ini dihadiri ribuan kader dari seluruh Indonesia, menandai soliditas dan kesiapan Partai Ummat sebagai kekuatan politik alternatif nasional.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa Munas ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk menyatukan langkah dan memperkuat arah perjuangan partai.
Empat Keputusan Strategis Munas
Dalam forum nasional tersebut, Partai Ummat menetapkan sejumlah keputusan penting:
Komitmen total seluruh kader untuk memenangkan Pemilu 2029;
Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam strategi politik modern;
Penegasan tidak adanya dualisme kepengurusan setelah terbitnya SK Kementerian Hukum untuk periode 2025–2030;
Komitmen melawan kezaliman dan menegakkan keadilan demi mewujudkan Indonesia sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
Pidato Ketua Umum:
Seruan Reformasi Total
Dalam pidato politiknya, Ketua Umum DPP Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menyerukan pentingnya reformasi total sebagai kelanjutan cita-cita Reformasi 1998.
Ia menegaskan tiga agenda utama:
Reformasi ekonomi melalui distribusi kesejahteraan yang adil;
Reformasi politik dengan menjamin kebebasan dan demokrasi;
Reformasi hukum yang tegas dan tanpa diskriminasi.
“Tidak boleh ada lagi hukum yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Siapa pun, tanpa melihat jabatan dan kekuasaan, harus tunduk pada hukum yang sama,” tegas Ridho.
Ia juga mengingatkan kader untuk tidak gentar menghadapi tantangan politik.
“Jangan takut pada rekayasa manusia. Karena kehendak Allah jauh lebih menentukan. Kemenangan itu milik mereka yang siap dan istiqamah,” tambahnya.