Dugaan Mark-Up Dana Desa 2024 di Gedung Buruk Menguat, Kades Menghilang Saat Dikonfirmasi

Foto: Desa Gedung buruk Muara Enim
Kamis, 30 Apr 2026  12:04

Muara Enim, Aliansinews"— 

Dugaan praktik mark-up anggaran Dana Desa tahun 2024 di Desa Gedung Buruk, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, kian menguat. Sejumlah kegiatan pembangunan dengan nilai ratusan juta rupiah diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (SPEK) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP).

Berdasarkan penelusuran awak media di lapangan pada hari rabu (15/04/25) serta keterangan dari beberapa narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara nilai anggaran dan hasil pekerjaan fisik.

Adapun kegiatan yang menjadi sorotan antara lain:

* Rehabilitasi TK/TPA/PAUD dengan anggaran Rp 300.408.700

* Pembangunan pelabuhan kolam ikan kecil milik desa dengan anggaran Rp 174.105.300

Kedua kegiatan tersebut diduga tidak mencerminkan kualitas pekerjaan yang sebanding dengan besaran anggaran yang telah digelontorkan.

_“Sangat jauh dari kata sesuai. Kalau dilihat dari bangunannya, nilainya tidak masuk akal dengan anggaran sebesar itu,”_ ungkap salah satu narasumber kepada awak media.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Desa Gedung Buruk, Mario. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan tidak pernah berada di kantor desa saat hendak ditemui. Konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga tidak mendapat tanggapan, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Berita Terkait