Gibran: Kembali ke rahim rakyat
Anak muda ini dituding sebagai "anak haram konstitusi" oleh para lawan politiknya dan kaum toksik.
Padahal dia "dilahirkan" dari "rahim rakyat pemilih".
Dia juga diserang habis oleh para pecundang politik soal ijazahnya, padahal dia pernah menunjukkannya sewaktu masih jadi walikota.
Belum lagi "serangan" tak langsung (tapi menusuk) dari partai-partai koalisi di pemerintahan, yang jauh hari sudah melemparkan narasi "Prabowo dua periode" tanpa sekalipun menyinggung namanya.
Bahkan ada beberapa partai oportunis yang menyodorkan jagoannya untuk menjadi pendamping Prabowo di tahun 2029.
Intinya, anak muda ini akan dibuat layu sebelum berkembang.
Apa yang terjadi? Anak muda ini bergeming! Goyah pun tidak.
Tanpa sadar, semua serangan sadis itu justru menggodok mental juara dan kepemimpinan anak muda ini.
Mental dan nyali rajawali. Lebay? Tidak. Sebab hanya anak muda dengan mental dan nyali rajawali yang masih bisa terus bekerja tanpa henti, meski tekanan dan upaya merendahkan sosoknya dilakukan dengan sadis.