Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Jadi Sorotan Nasional: DPRD Pertanyakan Desain, Simbol Keagamaan, dan Kompetensi Konsultan
Palembang, Aliansinews"—
Proyek revitalisasi Bundaran Air Mancur (BAM), salah satu ikon Kota Palembang, memicu polemik setelah DPRD Kota Palembang menerima banyak laporan masyarakat terkait desain, penggunaan simbol keagamaan, hingga ketidakjelasan pihak konsultan perencana. Rapat koordinasi pun digelar di ruang Ketua DPRD Palembang, Selasa (10/2/2026).
Rapat dihadiri Ketua DPRD Kota Palembang Ali Subri, Wakil Ketua DPRD M. Hidayat, Komisi II dan III DPRD, Lembaga Kebudayaan Palembang Sumatera Selatan (LKPSS), Tim 11 Pemajuan Kebudayaan, serta sejumlah OPD terkait.
DPRD: Simbol Keagamaan Tidak Tepat di Ruang Publik
Ketua DPRD Palembang Ali Subri menilai penempatan lafaz Nabi Muhammad SAW pada bagian atas desain BAM tidak pantas untuk ruang publik yang digunakan seluruh warga lintas agama.
“Secara pribadi saya menilai itu tidak pantas. Palembang ini terdiri dari berbagai agama. Ruang publik harus inklusif,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Palembang Ilyas Hasbullah juga menegaskan hal serupa.
“Nabi Muhammad SAW itu mulia. Tidak pantas ditempatkan di air mancur. Tempatnya di masjid atau musala,” ujarnya.