Banjir di Pandeglang Banten, 11 desa terendam dan ribuan warga terdampak
Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Ketinggian air di beberapa titik bahkan dilaporkan mencapai hingga satu meter lebih, merendam rumah warga dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, banjir tercatat berdampak pada 11 desa di 7 kecamatan, dengan jumlah korban terdampak mencapai 747 kepala keluarga (KK) atau 2.988 jiwa.
Banjir menggenangi permukiman warga di Desa Idaman, Kecamatan Patia, pada Jumat siang. Air tampak merendam rumah-rumah warga hingga hampir setinggi dua meter. Hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir membuat debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman.
Salah seorang warga terdampak, Surmi, mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi sejak Kamis (18/12/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga Jumat (19/12/2025) siang, ketinggian air terus bertambah dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
"Banjirnya dari kemarin jam empat sore. Sampai sekarang air masih besar, bahkan masih naik. Hujannya juga sudah hampir seminggu," ujar Surmi kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).
Ia menyebutkan, ketinggian air yang menggenangi rumahnya telah melebihi satu meter. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang tidak terdampak banjir.
"Paling kami ngungsi ke rumah tetangga yang tidak kerendam, nginep di sana," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana menjelaskan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan sejumlah sungai meluap. Adapun kecamatan yang terdampak meliputi Patia, Pagelaran, Saketi, Cisata, Carita, Labuan, dan Jiput.
"Hujan dengan intensitas tinggi membuat beberapa aliran sungai meluap dan merendam wilayah di tujuh kecamatan. Total ada 747 KK atau sekitar 2.988 jiwa yang terdampak," kata Nana.