Mahasiswa serukan stop teror aktivis dan lawan militerisme
Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di pintu belakang Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Mereka menyerukan penghentian teror terhadap aktivis dan melawan segala upaya militerisme demi menyelamatkan demokrasi.
Massa membentangkan spanduk berisi tuntutan, antara lain bertuliskan “Stop Teror, Lawan Militerisme” dan “Lawan Fasisme”.
Massa berasal dari berbagai kampus itu juga berorasi, menyampaikan tuntutan secara bergantian.
Dilaporkan situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif. Sebagian ruas Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, digunakan untuk kegiatan aksi.
Petugas Dinas Perhubungan sesekali mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi. Aparat kepolisian juga berjaga untuk memastikan aksi berlangsung tertib.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa di wilayah tersebut.
"Kami hadir untuk melayani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan cara humanis, profesional, dan sesuai aturan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung.
Personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres, serta Polsek jajaran. Pengamanan difokuskan pada aksi yang digelar BEM UI dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.