HUT Kostrad 2026 Jadi Momentum Penguatan Sinergi, Sektor Perikanan Sukabumi Soroti Peran Stabilitas Keamanan

 
Selasa, 17 Mar 2026  09:27

aliansinews.id - Sukabumi, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang jatuh pada 6 Maret 2026 tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga dimaknai sebagai titik penguatan sinergi lintas sektoral di Kabupaten Sukabumi. Momentum ini menegaskan bahwa peran pertahanan dan keamanan memiliki keterkaitan langsung dengan keberlangsungan pembangunan daerah, termasuk di sektor kelautan dan perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian para prajurit “Cakra” yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, peran Kostrad tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keamanan wilayah yang terjaga dengan baik menjadi fondasi utama bagi aktivitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan. Tanpa jaminan stabilitas, berbagai program pembangunan dan penguatan ekonomi maritim tidak akan berjalan optimal.

“Dedikasi prajurit Kostrad adalah inspirasi bagi kami di daerah. Stabilitas keamanan yang mereka jaga memberikan rasa aman bagi nelayan saat melaut, serta bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Ini menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sektor perikanan,” ujarnya pada Jumat (6/3/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sektor perikanan memiliki karakteristik yang sangat bergantung pada kondisi eksternal, termasuk keamanan wilayah laut dan pesisir. Nelayan membutuhkan kepastian bahwa wilayah tangkap mereka aman dari berbagai gangguan, baik yang bersifat kriminalitas maupun potensi konflik lainnya. Dalam konteks ini, kehadiran TNI, khususnya Kostrad, memberikan rasa kepercayaan yang tinggi bagi masyarakat.

Selain aspek keamanan, kontribusi TNI juga dirasakan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI selama ini telah terwujud dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan program pembangunan desa hingga keterlibatan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Perikanan menyoroti bahwa pendekatan teritorial yang dilakukan TNI turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem sumber daya alam, termasuk di wilayah pesisir dan perairan. Hal ini menjadi sangat relevan dalam upaya menjaga keberlanjutan sektor perikanan di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan.

“Sinergi ini tidak hanya soal keamanan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan lingkungan. Kami melihat bagaimana TNI hadir di tengah masyarakat, membantu, membina, dan menjadi mitra dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam,” tambahnya.

Momentum HUT Kostrad ini juga menjadi refleksi penting bagi seluruh elemen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Tantangan pembangunan ke depan dinilai semakin kompleks, sehingga membutuhkan kerja sama yang solid antara instansi sipil dan militer.

Berita Terkait