Reses I 2026, Deni Gunawan Paparkan Kondisi Efisiensi Anggaran Daerah kepada Warga Cidahu
aliansinews.id - Sukabumi, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Deni Gunawan, menggelar Reses I Tahun Sidang 2026 di kediamannya yang berlokasi di Kampung Kebon Cau, Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi momentum bagi Deni untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan secara terbuka kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah mengalami efisiensi besar-besaran.
Dalam pemaparannya, Deni menjelaskan bahwa jumlah titik reses pada tahun ini mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya dilaksanakan di enam titik, pada Reses I Tahun 2026 ini hanya dilaksanakan di tiga titik selama tiga hari, yakni Rabu hingga Jumat, dengan satu titik di setiap desa per hari.
“Betul, ini agenda reses pertama di tahun 2026. Kita melaksanakan reses dari hari Rabu, Kamis, dan Jumat. Satu hari di satu titik desa. Kenapa sekarang hanya tiga titik, karena kita menyesuaikan. Sebelumnya enam titik, sekarang karena efisiensi anggaran,” ujarnya di hadapan warga.
Ia menegaskan bahwa inti dari kegiatan reses bukan hanya sekadar menampung aspirasi, tetapi juga menyampaikan informasi yang utuh dan transparan kepada masyarakat terkait kondisi fiskal daerah. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat memahami situasi yang sedang dihadapi pemerintah daerah.
Deni mengungkapkan bahwa anggaran Kabupaten Sukabumi terdampak efisiensi sekitar Rp720 miliar yang bersumber dari transfer ke daerah (TKD). Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah program dan kegiatan yang harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kita ingin informasi ini tersampaikan supaya masyarakat tidak bingung dan tidak kecewa. Anggaran Kabupaten Sukabumi terkena efisiensi sekitar 720 miliar. Ini harus dipahami bersama,” tegasnya.
Meski demikian, Deni memastikan bahwa DPRD bersama pemerintah daerah tetap berupaya memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta pemulihan ekonomi.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembangunan lingkungan, perbaikan jalan, serta dukungan terhadap sektor pertanian dan UMKM. Deni berkomitmen untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi tersebut sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia.