Tanggung jawab besar untuk membangun karakter, budaya, dan citra satuan”, Pangdam II/Sriwijaya Kunjungi Yonif TP 845/Ksatria Satam"
Babel,Aliansinews"
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah II/Sriwijaya Ny. Desi Ujang Darwis, melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 845/Ksatria Satam yang berlokasi di Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (22/12/2025). Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi, arahan, serta pembinaan kepada para prajurit Yonif TP 845/Ksatria Satam.
Setibanya di Markas Komando (Mako) Yonif TP 845/Ksatria Satam, Pangdam II/Sriwijaya beserta rombongan disambut dengan laporan resmi dari Komandan Batalyon Yonif TP 845/KS, Letkol Inf Barlian Prabowo, S.H., M.H., dilanjutkan dengan penyambutan penuh semangat dan antusias dari seluruh prajurit.

Sebagai bentuk komitmen dalam pembinaan mental dan kerohanian prajurit, Mayjen TNI Ujang Darwis memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Haqq yang berada di lingkungan Yonif TP 845/Ksatria Satam. Masjid tersebut diharapkan menjadi sarana ibadah sekaligus pembinaan karakter bagi prajurit dan keluarga.
Selanjutnya, Pangdam II/Sriwijaya memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit di Tenda Serbaguna. Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa beliau menyampaikan bahwa Yonif TP 845 merupakan satuan yang dibentuk berdasarkan kebijakan strategis pemerintah. Prajurti yang ada sekarang adalah angkatan pertama, para perintis dan pendiri satuan ini.

“Oleh karena itu, kalian memiliki tanggung jawab besar untuk membangun karakter, budaya, dan citra satuan. Ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan, namun harus diwujudkan melalui prestasi dan perilaku positif” Tegas Pangdam
Lebih lanjut, Pangdam II/Sriwijaya menekankan bahwa setiap pelaksanaan tugas, baik tugas pembangunan, pembinaan, maupun tugas lainnya, bukan hanya merupakan kewajiban kedinasan, tetapi juga bernilai ibadah apabila dilaksanakan dengan niat yang tulus dan benar. Ia juga mengingatkan bahwa setiap keberhasilan membutuhkan proses dan kesabaran.