Pelantikan Pengurus HIKMAH NTT di Bali: Komitmen Bangun Citra NTT yang Bermartabat
Bogor - Aliansinews id. Acara pelantikan Ketua dan Pengurus Himpunan Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (HIKMAH NTT) di Bali berlangsung dengan khidmat dan lancar di Jl. Uluwatu II, Kelurahan Jimbaran, kecamatan kuta selatan, kabupaten badung, Prov. Bali. Pada sabtu (24/1/2026).
Pasalnya, Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi daerah (Organda), perwakilan Cipayung Plus, serta sejumlah tokoh muda NTT yang inspiratif Turut hadir Bang Jefri, tokoh muda NTT yang dikenal aktif dalam isu sosial dan kemahasiswaan, serta Bang Yusta, motivator anak muda NTT, yang memberikan suntikan semangat, optimisme, dan energi positif kepada seluruh kader HIKMAH NTT.
"Adapun dengan Kehadiran mereka ini mempertegas peran strategis generasi muda dalam membangun arah gerakan mahasiswa NTT yang lebih konstruktif dan bermartabat".
Pelantikan ini sekaligus menandai estafet kepemimpinan dari Ketua sebelumnya, Bung Roy Oktavianus, kepada Ketua terpilih Aryanto Tony Kaka. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi simbol kesinambungan perjuangan.
Penguatan persatuan, serta komitmen bersama sama dalam menjaga dan membangun citra NTT yang bermartabat dan di tanah perantauan, khususnya di wilayah Bali yang kita ada begitu banyak stigma diluar sana yang menodai nama baik daerah nusa Tenggara Timur ( NTT ).
Dalam rangkaian sambutan, seluruh pembicara menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa NTT sebagai agen perubahan.
Ketua Panitia, menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi dan refleksi bersama untuk memperkuat peran HIKMAH NTT sebagai rumah besar mahasiswa NTT di Bali.
Tokoh pemuda NTT, Bang Jefri, menegaskan bahwa mahasiswa NTT harus tampil sebagai teladan di tengah masyarakat, dengan menjunjung tinggi etika, intelektualitas, serta tanggung jawab sosial. Menurutnya, citra daerah tidak dibangun oleh simbol semata, melainkan oleh perilaku dan kontribusi nyata anak muda.
Sementara itu, Bang Yusta dalam kapasitasnya di anggap sebagai motivator anak muda, mengajak seluruh kader HIKMAH NTT untuk membangun mental juang, disiplin, dan percaya diri. Ia menekankan bahwa mahasiswa NTT harus mampu bersaing secara sehat dan bermartabat tanpa kehilangan jati diri, "tuturnya.