Gugatan Eka Nurhayati Ishak: Suara Warga Di Balik Kabut Asap Kalbar — DPP Maung Hak Atas Udara Bersih Adalah Hak Konstitusional

 
Rabu, 16 Sep 2026  10:40

Bogor - Aliansinews id. Langkah hukum yang diambil oleh Eka Nurhayati Ishak, warga Kalimantan Barat yang menggugat pemerintah atas kerugian dan dampak yang diderita akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang kali melanda wilayahnya, menjadi sorotan nasional. 

Gugatan ini dianggap sebagai bentuk perjuangan warga yang selama ini menjadi korban paling nyata dari kelalaian dan lemahnya penanganan persoalan lingkungan di tanah air.
  
KALBAR: TANAH BORNEO YANG TERUS MENGHADAPI ANCAMAN API

Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah yang paling menderita akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sejarah mencatat, tahun-tahun tertentu menjadi titik terparah yang menyisakan luka mendalam bagi warga.

Salah satu yang terberat terjadi pada tahun 2015, di mana puluhan ribu hektar lahan terbakar, kabut asap menyelimuti hampir seluruh provinsi berbulan-bulan, aktivitas sekolah terhenti, bandara tutup, dan ribuan warga menderita gangguan pernapasan. Namun sayangnya, pola yang sama terus berulang — tahun 2019, 2023, dan kini tahun 2026 kembali mencatat angka yang mengkhawatirkan.

Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa titik api tidak hanya muncul di lahan kosong, tetapi merambah ke kawasan hutan lindung dan areal pertanian warga. Asap yang pekat tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga menurunkan kualitas tanah, mencemari sumber air, dan menghancurkan mata pencaharian ribu keluarga petani di seluruh Kabupaten dan Kota di Kalbar.

Sekadau, Sintang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Mempawah, hingga Ketapang — hampir tidak ada wilayah yang benar-benar aman dari dampak asap dan kebakaran.

GUGATAN WARGA: SUARA DARI TENGAH ASAP

Di tengah situasi yang terus berulang tanpa solusi tuntas, Eka Nurhayati Ishak berani melangkah lebih jauh. Ia menggugat pemerintah karena dianggap lalai dalam mencegah dan menanggulangi bencana yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Langkah ini bukan saja untuk dirinya sendiri, tetapi mewakili suara ribuan warga yang selama ini terdiam di balik kepulan asap.

Berita Terkait