Macan Ompong" di Kalbar, Maung Kapolri Baru, Ubah Janji Menjadi Bukti Nyata
"
Bogor - Aliansinews id. Hampir 100 hari berjalan sejak Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat, namun harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang berani dan menyeluruh belum terlihat secara nyata.
Berbagai persoalan krusial seperti maraknya PETI, perjudian, dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi, dan aktivitas ilegal lainnya masih berlangsung. Keresahan publik pun memuncak, hingga muncul ungkapan pedih yang menyebut kepemimpinan baru ini sebagai "Macan Ompong yang Berjanji Manis."
Merespons keresahan yang meluas di tengah masyarakat Kalbar, DPP MAUNG melalui pernyataan resminya menyampaikan sorotan mendalam sekaligus harapan kepada Kapolri yang baru saja dilantik untuk memperhatikan situasi ini secara serius.
FAKTA-FAKTA YANG MENJADI SOROTAN:
94 Hari Belum Menunjukkan Perubahan Nyata
Sejak serah terima jabatan pada 4 Juli 2026 hingga 6 Oktober 2026, masa kepemimpinan Kapolda Kalbar telah berjalan sekitar 94 hari. Waktu tersebut setidaknya cukup untuk menunjukkan arah keberanian penegakan hukum dan keseriusan membangun kepercayaan publik. Namun persoalan-persoalan utama di Kalbar belum menampakkan penanganan yang tuntas.
Penindakan Terkesan Hanya di Permukaan
Keresahan masyarakat terbesar adalah kecenderungan penindakan yang hanya menyentuh pelaku di lapangan. Sementara pihak yang diduga menjadi pemodal, penampung hasil, bandar, koordinator, hingga oknum yang memberikan perlindungan justru belum tersentuh. Dalam kasus PETI, perjudian, maupun penyimpangan BBM, pola yang terlihat sama: pekerja atau operator lapangan yang menjadi sasaran utama, sementara jaringan di belakangnya tetap beroperasi.
Publik Menunggu Keberanian, Bukan Sekadar Janji
Masyarakat Kalbar tidak membutuhkan seremonial atau pernyataan tegas di awal masa jabatan. Yang dibutuhkan adalah bukti: penindakan yang menyeluruh, penelusuran aliran dana, pengungkapan jaringan, dan proses hukum yang tidak pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat — termasuk pihak yang diduga melindungi aktivitas ilegal tersebut.
Kritik "Macan Ompong" Adalah Peringatan Keras
Ungkapan masyarakat yang menyebut kepemimpinan Kapolda Kalbar sebagai "Macan Ompong yang Berjanji Manis" bukan sekadar keluhan. Itu adalah peringatan keras bahwa kepercayaan masyarakat sedang diuji. Jika dalam waktu yang lebih lama lagi belum ada perubahan signifikan, kepercayaan itu bisa semakin menipis.