Dirgahayu Ri Ke-81: Sekjen Rajawali Kenang Perjuangan Wartawan Yang Sering Terintimidasi
Bogor - Aliansinews id. Di tengah kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ada deretan nama yang jarang disebut, namun jemarinya menorehkan sejarah kebenaran di tengah badai ancaman.
Mereka adalah kuli tinta—para wartawan—serta pejuang lembaga independen yang setiap hari berjalan di ujung pedang demi menjaga amanah rakyat.
Menyentuh hati perjuangan mereka, Sekretaris Jenderal Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI), M. Krista Hadiwijaya, menyampaikan pesan mendalam sekaligus seruan tulus kepada negara, di tengah semangat kemerdekaan yang kian membara.
“Selamat Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81. Kemerdekaan ini bukan hanya milik mereka yang memegang tampuk kekuasaan, bukan juga milik mereka yang duduk di kursi empuk.
Kemerdekaan ini juga milik saudara-saudara kami—kuli tinta, rekan-rekan media kecil, dan pejuang lembaga kontrol sosial yang berjuang dengan sederhana namun berani,” ujar Krista dengan suara penuh haru.
Ia menyinggung betapa beratnya jalan yang ditempuh para insan pers dan pejuang kebenaran di daerah maupun di pelosok negeri.
“Mereka berangkat pagi buta, pulang larut malam, membawa catatan penting tentang nasib rakyat. Namun bayaran yang sering mereka terima bukan apresiasi, melainkan ancaman, intimidasi, tekanan, hingga gangguan yang menakutkan bagi diri dan keluarga.
Kadang tulisan belum selesai, namun telepon ancaman sudah berdering. Kadang kebenaran terungkap, namun pintu rezeki tertutup rapat. Mereka berjuang dengan risiko nyawa, namun sering kali terlupakan,” ungkapnya.
Krista juga menyoroti kondisi media kecil dan lembaga independen yang menjadi tulang punggung pengawasan di daerah, namun sering kali terpinggirkan.