Jembatan Merah Putih Cihujung Kembali Dibuka, Akses Warga Naringgul–Sukamanah Pulih

 
Kamis, 20 Ags 2026  22:09

Kabar baik datang bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Jembatan Merah Putih Cihujung, yang menghubungkan Kampung Naringgul, Desa Karangpapak, dengan Kampung Sukamanah, Desa Cikelat, kini kembali dapat digunakan setelah proses pembangunan selesai.

Sebelumnya, akses penghubung kedua wilayah tersebut sempat terputus akibat kerusakan yang ditimbulkan bencana banjir. Kondisi itu membuat mobilitas masyarakat terganggu, termasuk aktivitas anak-anak menuju sekolah, kegiatan pertanian, serta berbagai keperluan sehari-hari warga.

Peresmian Jembatan Merah Putih Cihujung dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, dan diresmikan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Agung Ariwibowo mengungkapkan rasa syukur karena pembangunan jembatan yang sempat rusak akibat banjir akhirnya dapat diselesaikan dan kembali dimanfaatkan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama melaksanakan peresmian Jembatan Cihujung. Jembatan ini sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir. Berkat kerja sama seluruh pihak, terutama partisipasi masyarakat, akhirnya jembatan ini dapat dibangun kembali dan sekarang sudah bisa kita gunakan,” ujar Letkol Inf Agung Ariwibowo.
Menurut Dandim, keberadaan Jembatan Cihujung memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat di kedua wilayah. Jembatan tersebut bukan hanya menjadi penghubung antarkampung, tetapi juga membuka kembali akses warga terhadap berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Termasuk di dalamnya akses pendidikan bagi anak-anak, mobilitas masyarakat menuju lahan pertanian maupun perkebunan, serta kegiatan warga lainnya yang sebelumnya terkendala akibat rusaknya jembatan.

“Manfaat jembatan ini akan kembali kepada masyarakat. Anak-anak sekolah kini tidak perlu lagi melewati akses yang sebelumnya rusak dan berisiko,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat yang memiliki kebun maupun aktivitas lainnya kini dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah tanpa harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh.

Berita Terkait