Diduga menyeret Jampidsus, Prabowo diminta tarik TNI dan tidak intervensi kasus korupsi yang ditangani Polri

Foto: Jampidsus Febrie Adriansyah.
Jumat, 10 Jul 2026  14:25

Kasus korupsi batu bara PLN yang memicu terjadinya blackout, serta korupsi Asabri dan Krakatau Steel yang ditangani tim gabungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri, mengguncang jantung kekuasaan, karena diduga menyeret nama Jampidsus Febrie Adriansyah. 

Penggeledahan Polri di 13 titik dengan dua titik di antaranya berkaitan erat dengan Febrie ysitu kafe De`Clan Signature dan rumah mewah di Sentul yang diakui merupakan rumah pribadi Febrie Adriansyah.

Tak tanggung-tanggung, dari dua tempat itu polisi menemukan uang dalam bentuk Rupiah maupun mata uang asing dan emas batangan total nilainya lebih dari Rp 500 Miliar. 

Menariknya pada malam penggeledahan Rabu (8/7/2026), 50an personel TNI mendatangi Polda Metro Jaya, dan diduga berkaitan dengan penggeledahan oleh Polri tersebut. 

Meskipun Kapuspen TNI membantah hal tersebut, namun dari berbagai pemberitaan dan foto-foto yang beredar di media sosial, bantahan tersebut nampak lemah. 

Dan keesokan harinya, Kamis (9/7/2026), rumah Jampidsus di Jakarta dijaga ketat oleh prajurit TNI. 

"Jika rumah Jampidsus dijaga berdasarkan permintaan Kejagung karena, misalnya, ada ancaman terkait tugasnya, hal itu bisa dimengerti. Tapi jika dijaga untuk tujuan lain yang bisa berpotensi menghalangi penyelidikan atau penyidikan, itu tidak bisa diterima," demikian pendapat Kepala Sekretariat Umum Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Muhammad Syafei, Jumat (10/7/2026).

Jampidsus harus dinon-aktifkan sementara

Polri, menurut Syafei, harus diberi ruang seluas-luasnya tanpa halangan apalagi intervensi dari pihak manapun. 

Berita Terkait