Dinkes Jabar Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat di Kabupaten Sukabumi

 
Jumat, 21 Ags 2026  21:24

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti unsur lintas sektor di tingkat Kabupaten Sukabumi, mulai dari Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Diskominfosan, pengelola program di tingkat Puskesmas, hingga mitra swasta.

Bimtek tersebut digelar untuk memperkuat kapasitas teknis dan manajerial dalam penerapan strategi Pembudayaan Hidup Sehat secara terpadu, sekaligus mendorong keterlibatan berbagai sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ketua Tim Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Cecep Marwan, mengatakan pembangunan kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat.

Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan tidak hanya bergantung pada pelayanan medis, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.

“Perubahan perilaku masyarakat bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam waktu singkat. Melalui kegiatan pendampingan ini, kami berharap pelaksanaan PHS tidak hanya berorientasi pada tercapainya target administrasi semata, tetapi benar-benar mampu mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup,” ujar Cecep.
Ia menambahkan, pembudayaan hidup sehat menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes, hipertensi, dan stroke.

Sejumlah faktor perilaku yang perlu mendapat perhatian antara lain kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta kebiasaan merokok.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai situasi dan kondisi kesehatan di wilayah kabupaten/kota, tata kelola pembudayaan hidup sehat pada berbagai tatanan masyarakat, serta penguatan regulasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di tingkat daerah.

Pembahasan juga mencakup survei perilaku hidup sehat tahun 2026, termasuk identifikasi berbagai hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan program di tingkat Puskesmas.

Berita Terkait