Modus Baru Narkoba Mengintai Anak Muda, Polda Sumsel Bongkar Jaringan Etomidate Cartridge

Foto: Mapolda Sumsel
Selasa, 27 Jan 2026  21:41

Palembang, Aliansinews"– 

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel menabuh genderang perang terhadap peredaran narkotika di awal 2026. Sepanjang 1–26 Januari 2026, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel mengungkap 17 kasus narkotika dan mengamankan 22 tersangka, termasuk jaringan yang mengedarkan Etomidate dalam bentuk cartridge, modus baru yang dinilai sangat berbahaya dan terselubung.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 2.070 gram sabu, 10 butir ekstasi, serta 456 cartridge Etomidate. Aparat menilai temuan ini sebagai sinyal keras munculnya pola baru peredaran narkotika yang dikamuflasekan menyerupai rokok elektrik sehingga sulit terdeteksi dan berpotensi menyasar generasi muda.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Wijaya Mukmin, menegaskan bahwa pengungkapan tersebut bukan sekadar capaian statistik, melainkan wujud komitmen Polri dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkotika.

“Berdasarkan hasil penghitungan, sedikitnya 27.054 jiwa berhasil kami selamatkan dari ancaman narkotika. Ini komitmen tegas Polda Sumsel. Tidak ada ruang dan tidak ada toleransi bagi pelaku perusak masa depan bangsa,” tegas Nandang dalam konferensi pers, Selasa (27/1/2026).

Sorotan utama pengungkapan Januari ini adalah terbongkarnya jaringan Etomidate, obat anestesi yang disalahgunakan dan dikemas dalam bentuk cartridge. Modus tersebut dinilai sangat berbahaya karena peredarannya terselubung dan mudah menjangkau kalangan muda.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, menyebut temuan tersebut sebagai alarm serius bagi aparat penegak hukum maupun masyarakat.

“Etomidate dalam bentuk cartridge adalah modus baru. Sangat terselubung, mudah diedarkan, dan berbahaya. Ini bukan narkoba biasa,” ujarnya.

Berita Terkait