Dua Jurnalis Jadi Korban Bentrokan di Mapolda Sumsel, Kapolda Rony Samtana Janji Usut Tuntas

Foto: Kapolda Sumsel
Rabu, 14 Okt 2026  08:24

PALEMBANG, Aliansinew"—

Kekerasan terhadap insan pers kembali menjadi sorotan setelah dua jurnalis dilaporkan menjadi korban dalam bentrokan antara kelompok masyarakat yang diduga berasal dari organisasi kemasyarakatan Harimau Sumatera Bersatu (HSB) dan massa mahasiswa Cipayung Plus Palembang di depan Markas Polda Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2026) sore.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5, Kecamatan Kemuning, Palembang, tersebut tidak hanya menyebabkan sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka, tetapi juga mengakibatkan seorang anggota kepolisian dan dua wartawan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia memastikan kepolisian akan melakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas bentrokan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kapolda saat konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Menurut Kapolda, peristiwa bermula ketika kelompok Harimau Sumatera Bersatu bersama sejumlah pengemudi ojek online (ojol) melaksanakan kegiatan pembagian masker. Pada waktu bersamaan, massa mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Palembang bersiap menyampaikan aspirasi di depan Mapolda Sumsel.

Aksi mahasiswa tersebut berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tuntutan tindak lanjut penegakan hukum terhadap korporasi yang diduga terlibat dalam persoalan tersebut.

Kedua kelompok awalnya berada di lokasi berbeda, masing-masing di sekitar pintu 1 dan pintu 3 Mapolda Sumsel. Namun, situasi kemudian memanas setelah diduga terjadi provokasi yang memicu bentrokan.

Akibatnya, sejumlah orang mengalami luka-luka. Insiden tersebut juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum serta keselamatan jurnalis yang bertugas melakukan peliputan.

Berita Terkait