Ketua DPRD Sukabumi Budi Azhar Hadiri Haul Al-Badar, Wabup Tegaskan Pentingnya Peran Ulama dan Pesantren

 
Senin, 02 Nov 2026  22:53

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menghadiri Haul KH. Hasan Ali Tamimi bin Abuya Bashri ke-10 dan Umi Hj. Iis Masitoh binti KH. Qowamudin ke-17 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Badar Dangdeur, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Minggu malam (1/11/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, S.IP., Ketua MUI Provinsi Jawa Barat Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I., serta sejumlah unsur pemerintah daerah, di antaranya Kabag Kesra Setda Kabupaten Sukabumi, Camat, dan Forkopimcam Cidadap.

Selain menjadi ajang mengenang jasa dan perjuangan para tokoh yang telah wafat, kegiatan haul tersebut juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat hubungan harmonis antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan bahwa ulama dan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menanamkan akhlak mulia kepada generasi penerus.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak semata-mata berorientasi pada kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus disertai penguatan moral, spiritual, dan karakter masyarakat.

“Pesantren dan ulama memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat. Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur dan ekonomi, tetapi harus diimbangi penguatan moral dan spiritual,” ujarnya.

Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Badar Dangdeur yang konsisten menjaga tradisi keilmuan Islam serta memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan keagamaan di Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peringatan haul bukan sekadar mengenang wafatnya seseorang, melainkan kesempatan untuk mengambil pelajaran dari perjuangan, pengabdian, serta keteladanan almarhum dan almarhumah.

Warisan para ulama dan orang tua, lanjutnya, tidak hanya berupa kenangan, tetapi juga ilmu, akhlak, dan nilai-nilai kebaikan yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Berita Terkait