Dunia sambut gembira gencatan senjata 2 pekan Iran - AS - Israel

Foto: Selat Hormuz.
Rabu, 08 Apr 2026  12:13

Sejumlah negara menyambut positif kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Langkah ini dinilai sebagai peluang awal untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesediaannya menahan ancaman serangan terhadap Iran, dengan syarat Teheran menyetujui gencatan senjata serta membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Sebelumnya, Trump sempat melontarkan pernyataan keras dengan menyebut bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini”, menandai meningkatnya eskalasi konflik sebelum kesepakatan tercapai.

Gencatan senjata ini dimediasi oleh Pakistan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan telah mengundang delegasi Iran dan AS untuk melanjutkan pembicaraan di Islamabad pada Jumat (10/4/2026).

“Kedua pihak telah menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa serta tetap terlibat secara konstruktif dalam memajukan perdamaian dan stabilitas,” tulis Sharif melalui media sosial X.

Ia menambahkan, “Kami sangat berharap perundingan Islamabad dapat menghasilkan perdamaian berkelanjutan dan membawa kabar baik dalam waktu dekat,” tulisnya.

Dukungan internasional pun mengalir. Pemerintah Irak menyambut baik kesepakatan tersebut dan mendorong dialog yang serius serta berkelanjutan guna menyelesaikan akar konflik.

Kementerian Luar Negeri Irak menyatakan perlunya membangun momentum positif ini melalui jalur diplomasi yang memperkuat kepercayaan antarnegara.

Australia juga menyampaikan apresiasi terhadap para mediator. Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut gencatan senjata ini sebagai langkah penting menuju penyelesaian konflik.

Berita Terkait