Rakyat Sesak Asap, Mahasiswanya Malah Bungkam! Ada Apa dengan Aliansi Mahasiswa Sumsel?

Foto: Mahasiswa Sumsel
Selasa, 13 Okt 2026  15:54

PALEMBANG, http://AliansiNews.id

Ultimatum keras yang dilayangkan Aliansi Mahasiswa se-Sumatera Selatan kepada Gubernur Sumsel H. Herman Deru kini menjadi buah bibir dan cibiran masyarakat. Aksi yang digadang-gadang bakal jadi gerakan besar itu dinilai tumpul dan hanya sekadar panggung konten media sosial.

Diketahui, Aliansi Mahasiswa yang mengatasnamakan mahasiswa dari UNSRI, UIN Raden Fatah, Universitas Muhammadiyah Palembang, PGRI, IMM, dan HMI se-Sumsel melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor Gubernur Sumsel pada Senin-Rabu, 5-7 Oktober 2026 lalu.

Dalam aksinya yang viral di TikTok, Instagram dan Facebook itu, mereka melontarkan 3 tuntutan keras:

1.  Mendesak Gubernur Herman Deru segera mencopot Kepala BPBD Sumsel yang dinilai gagal dan lalai dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
2.  Menuntut transparansi penuh terkait alokasi anggaran Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp100 Miliar untuk penanganan karhutla.
3.  Mendesak Gubernur Herman Deru mundur dari jabatannya jika dalam waktu 3 hari kondisi kabut asap tidak membaik, dan mengancam akan menggelar aksi massa yang jauh lebih besar.

Namun, fakta di lapangan hingga Selasa (13/10) hari ini sangat berbanding terbalik. Tuntutan itu seolah menguap ditelan asap.

Pantauan di lapangan, Kepala BPBD Sumsel masih aktif menjabat. Transparansi anggaran Rp100 Miliar tak kunjung dibuka ke publik. Gubernur Herman Deru pun masih menjalankan roda pemerintahan seperti biasa tanpa ada klarifikasi terbuka soal ultimatum tersebut.

Sementara itu, kondisi udara di Kota Palembang dan beberapa kabupaten di Sumsel masih diselimuti kabut asap tebal. Data hotspot api bahkan masih bermunculan setiap malam, membuat masyarakat semakin resah.

Berita Terkait