Jangan Biarkan Kelangkaan Meluas, RAJAWALI Kalbar Tekankan Kepatuhan Hukum Distribusi Energi

 
Sabtu, 25 Jul 2026  19:53

Bogor - Aliansinews id. Keluhan luas masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara kini menjadi sorotan serius. 

Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena berpotensi melumpuhkan aktivitas harian serta mengganggu stabilitas perekonomian daerah jika tidak segera dicarikan solusi dan pencegahan yang tepat.

Merespons perkembangan ini, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (DPW RAJAWALI) Kalimantan Barat, Imam Fauzi, turut mengambil sikap tegas.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh masyarakat, dan pihak terkait di Kabupaten Sintang untuk bersatu padu melakukan pengawasan ketat terhadap jalannya distribusi BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah setempat.

Menurut Imam Fauzi, pengawasan bersama ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar permasalahan yang menimpa daerah tetangga tidak meluas hingga ke Sintang.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan para tokoh masyarakat untuk turut memantau secara cermat kondisi di setiap SPBU di Kabupaten Sintang.

Jika ditemukan indikasi gangguan distribusi, penimbunan, atau kelangkaan yang tidak wajar, segera sampaikan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti secara tegas dan sesuai aturan yang berlaku," tegas Imam Fauzi di Sintang, Sabtu (25/7/2026).

Ia menegaskan bahwa ketersediaan BBM adalah kebutuhan vital dan hak dasar masyarakat yang sangat menunjang kelancaran aktivitas maupun roda perekonomian.

Jika terganggu, dampaknya akan merembet ke berbagai sektor mulai dari transportasi, perdagangan, hingga usaha mikro kecil dan menengah.

Berita Terkait