Jangan Khianati Rakyat! Maung, Komitmen Prabowo Lawan Korupsi Harus Terbukti di Kasus Ria Norsan

 
Selasa, 05 Mei 2026  23:34

Bogor - Aliansinews id. Kabar yang mengejutkan kembali bergulir di dunia hukum Kalimantan Barat. Beredar informasi yang menyebutkan bahwa proses hukum terhadap Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah tahun 2015 dikabarkan telah kandas.

Menurut sumber internal, keputusan ini diambil setelah hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyimpulkan adanya temuan krusial yang dinilai "nihil kerugian negara".

Hal ini kemudian dijadikan dasar oleh tim penyidik untuk menyatakan tidak ada landasan hukum yang cukup untuk menetapkan Ria Norsan sebagai tersangka, meskipun sebelumnya kasus ini sempat mengguncang publik dengan dugaan kerugian mencapai Rp40 miliar.

Informasi ini langsung menjadi sorotan tajam dan memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin kasus yang begitu besar, yang pernah melibatkan penggeledahan di beberapa lokasi dan pemeriksaan mendalam, tiba-tiba berakhir tanpa kepastian hukum yang jelas terhadap tokoh sentral dalam perkara ini?

SOROTAN LSM MAUNG: JANGAN BIARKAN KEADILAN TERTIMPA KABUT!

Merespons perkembangan tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (LSM MAUNG) tidak tinggal diam.

Organisasi ini kembali mengeluarkan suara keras, menuntut transparansi penuh dan kepastian hukum yang tidak bisa diganggu gugat.

"Kami menolak segala bentuk spekulasi dan kebingungan yang kini melanda publik. Jika benar kasus ini telah berakhir atau status hukum Ria Norsan telah lepas, maka KPK wajib menjelaskannya secara terbuka, rinci, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegas Syarief Achmad Ketua Dewan Pembina DPP MAUNG dengan nada tegas.

"Masyarakat berhak tahu, apa sebenarnya yang terjadi di balik layar penyidikan. Bagaimana bisa temuan `nihil kerugian` tiba-tiba muncul padahal sebelumnya kasus ini digulirkan dengan dugaan kerugian yang sangat besar? Apakah ada perubahan data, atau justru ada upaya untuk `menghaluskan` kasus ini?" tanyanya menyindir.

Berita Terkait