Peresmian Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Palembang, Sumatera Selatan: Upaya Tingkatkan Perlindungan Masyarakat dari Bahaya Dengue

Foto: Gubernur Sumsel
Rabu, 18 Feb 2026  21:35

Palembang, Aliansinews"

Melanjutkan pemantauan aktif vaksinasi dengue yang sebelumnya telah diresmikan di Jakarta (29/09), hari ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya meresmikan program yang sama di Kota Palembang.

Dr. H. Herman Deru, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, menyambut baik inisiatif vaksinasi dan pemantauan aktif sebagai bagian dari upaya pengendalian dengue di Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan kesehatan di daerah. “Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan global menuju nol kematian akibat dengue pada 2030.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, berbasis data, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Upaya pengendalian vektor dan edukasi masyarakat tetap menjadi fondasi penting, namun perlu dilengkapi dengan inovasi kesehatan dan pendekatan pencegahan yang didukung bukti ilmiah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi akademik, dan mitra kesehatan dalam pemantauan aktif vaksinasi dengue di Palembang ini mencerminkan komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Sumatera Selatan ke depan, serta mencapai ‘nol kematian akibat dengue di Palembang pada tahun 2030. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan masyarakat bahwa dengue bukanlah penyakit musiman. “Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue. Berdasarkan data Dengue Kabkota di Sumsel pada tahun 2025 per 31 Desember dilaporkan sebanyak 4.437 kasus dengan 22 kematian. Dengan kasus tertinggi dengue pada tahun 2025 yaitu Palembang sebanyak 968 kasus dan 3 kematian. Dari rekapitulasi laporan, dalam 5 tahun terakhir kasus dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 15-44 tahun (42% dari total kasus) dan dalam 7 tahun terakhir kematian dengue ditemukan paling banyak pada kelompok umur 5-14 tahun (41% dari total kasus). Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah menjadi kelompok rentan terkena dengue. 

Sebagai pemerintah provinsi, kami terus mendorong penguatan upaya pencegahan dengue secara berkelanjutan di seluruh kabupaten kota, melalui penerapan 3M Plus, edukasi masyarakat tentang kebersihan lingkungan, penguatan peran jumantik, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi seperti Ovitrap. Namun, kami menyadari bahwa tantangan dengue yang semakin kompleks memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

Oleh karena itu, kolaborasi Dinas Kesehatan Kota Palembang dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dalam pelaksanaan vaksinasi dengue serta pemantauan aktif pada anak-anak usia 6-10 tahun di Palembang menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan, khususnya bagi kelompok usia yang rentan. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi pembelajaran dan model bagi penguatan upaya pengendalian dengue di wilayah lain di Sumatera Selatan, melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.”

Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Sumatera Selatan, dr. Ariesti Karmila, Sp.A (K)., M.Kes., menegaskan, “Dengue merupakan penyakit endemis di Indonesia yang sering kali dianggap ringan, padahal pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi berat dan berisiko menyebabkan kematian. Persepsi ini masih cukup umum di masyarakat kita, sehingga upaya pencegahan menjadi sangat penting. Pencegahan dengue perlu dilakukan secara konsisten melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) terutama dengan menerapkan 3M Plus secara konsisten. 

Berita Terkait