Nyawa Driver Jadi Taruhan! Sistem Target Ritase PT Shoka Chandra Armada (SCADA) Diduga Paksa Sopir Ngebut
Muara Enim, Aliansinews"
Aktivitas angkutan batu bara yang dioperasikan oleh PT Shoka Chandra Armada (SCADA) kini menuai sorotan tajam. Perusahaan tersebut diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sehingga memicu tingginya risiko kecelakaan bagi para driver tronton pengangkut batu bara di jalur hauling menuju kawasan Desa Patra Tani.Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim
Jumat/13/03/2026
Sejumlah pengemudi mengaku terpaksa memacu kendaraan melebihi batas aman demi memenuhi target ritase yang ditetapkan perusahaan. Jika target tidak tercapai, mereka mengaku terancam mendapatkan sanksi hingga pemecatan.
Salah seorang driver yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan tekanan berat yang dialami para sopir setiap hari.
“Bagaimana tidak terjadi kecelakaan? Kami selalu dituntut PT SCADA untuk mencapai target ritase. Gaji kami sistem all in Rp5.400.000, sehingga mau tidak mau harus menambah kecepatan agar target tercapai,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, apabila target tidak terpenuhi, perusahaan disebut kerap mengeluarkan Surat Peringatan (SP) secara massal kepada para driver. Bahkan ancaman pemecatan sepihak menjadi momok yang menakutkan bagi para pekerja di lapangan.
Dalam kurun waktu sekitar dua tahun terakhir, berbagai insiden kecelakaan dilaporkan kerap terjadi di jalur hauling tersebut. Di antaranya truk dump terguling, tabrakan, kendaraan masuk parit, hingga truk terbakar. Sejumlah kecelakaan bahkan menyebabkan patah tangan, patah kaki, hingga korban meninggal dunia.

Tekanan kerja semakin terasa karena para driver mengaku tidak memiliki gaji pokok tetap, sehingga penghasilan sangat bergantung pada jumlah ritase yang berhasil dicapai.
“Kalau tidak capai target kami dianggap malas. Mau tidak mau kami harus mempertaruhkan nyawa demi keluarga di rumah. Kerja ini seperti buah simalakama, ditelan pahit tak ditelan pun pahit,” ungkapnya.