Apresiasi Tinggi Ketum Maung & Rajawali: Langkah Prabowo Tegaskan Tak Ada Yang Kebal Hukum

 
Jumat, 05 Jun 2026  07:28

Bogor - Aliansinews id. Ketua Umum sekaligus Pendiri Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) dan Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh yang luar biasa atas keputusan tegas Presiden Republik Indonesia, 

Prabowo Subianto, yang mencopot tiga pejabat teras Badan Gizi Nasional (BGN) — Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung — yang sehari kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung.

Pernyataan ini disampaikan langsung menyusul pengakuan Presiden yang mengaku sedih dan berat hati harus melepaskan orang-orang yang ia percaya, ia angkat, dan sempat diberi penghargaan tinggi, namun harus diambil demi menjaga amanah dan hak rakyat.

“Kami memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah definisi nyata dari pemimpin berkarakter: sedih karena harus bertindak, tapi tetap tegas karena ingat amanah. Mencopot orang dekat, orang kepercayaan, orang yang pernah diberi tanggung jawab besar, bukan keputusan mudah.

Tapi beliau memilih berpihak pada rakyat, persis seperti pesan almarhum ayahandanya: `kalau bingung atau ragu, selalu berpihaklah pada rakyatmu`. Itu luar biasa,” tegas Ketua Umum MAUNG & RAJAWALI, Hadysa Prana dalam keterangan persnya.

Menurutnya, langkah ini membuktikan apa yang selama ini dipegang kedua organisasi yang dipimpinnya: tidak ada yang kebal hukum, tidak ada kekebalan karena kedekatan, dan uang rakyat adalah uang suci yang tidak boleh disalahgunakan.

Presiden Prabowo secara jelas menegaskan: “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Tidak ada pengecualian”, dan hal itu sejalan dengan prinsip utama MAUNG yang mengawasi aparatur agar bekerja benar, serta RAJAWALI yang memastikan informasi kebenaran sampai ke masyarakat.

“Yang membuat kami sangat hormat adalah ketulusan beliau mengakui kesedihannya. Beliau bilang waktu tanda tangan keputusan itu berat, karena mereka orang yang disayangi dan dipercaya.

Tapi demi keberhasilan program untuk gizi anak-anak bangsa, demi negara, keputusan berat itu diambil. Ini pesan keras ke seluruh pejabat: jabatan adalah amanah, bukan hak milik. Sekali menyimpang, berapa pun dekatnya dengan pemimpin, harus bertanggung jawab,” tambahnya.

Berita Terkait